Senin, 20 Januari 2014

STISIP PEDULI SALURKAN BANTUAN PASCA BENCANA BANJIR MANADO


Senat Mahasiswa Stisip Merdeka sedang mengumpulkan natura untuk korban bencana banjir di Manado
Minggu, 20/1/14.  20 Sebanyak 15 orang relawan dari Kampus Biru menyalurkan bantuan untuk masyarakat Kota Manado yang terkena bencana banjir bandang. Bantuan itu berupa 70 dos air mineral, mie instan dan roti. Bangtuan langsung disalurkan ke tiga titik yaitu Kampung Merdeka, Paal Ampa, dan Kampung Ternate. Para relawan menyalurkan bantuan dari rumah ke rumah korban dan tidak dititipkan di posko-posko bencana. Rombongan relawan ini dipimpin langsung oleh ketua senat Syamfarudin, dibawah binaan Ketua Stisip Merdeka, Drs. A.D. Ewald Frederik, dan dikoordinir langsung oleh dosen Iskandar Harun, S.Sos, M.Si dan Andimas Mangala, S.Sos.

Bencana alam banjir bandang yang merusak insfrastruktur kota Manado dan menyebabkan kerugian triliunan rupiah itu, hingga kini masih perlu penanganan yang serius dari seluruh komponen dan lapisan masyarakat, kata Aim Ibrahim, mahasiswa smester enam dari Bitung. Itulah sebabnya kami terpanggil untuk berperan dalam peristiwa bencana ini, tegasnya dalam upaya mengumpulkan natura. 

Usaha mahasiswa tersebut mendapat respon baik dari Ketua Stisip Merdeka, Drs ADE Frederik. Yang namanya gerakan kemanusiaan, dilakukan secara spontan dan tidak perlu menunggu perintah dari pimpinan Perguruan Tinggi. Semua civitas akademika harus secepatnya menyikapi dan bergerak, kata Frederik. Apalagi beberapa kolega seperti rumah dosen Grace Dengah dan Fatma Deu yang turut menjadi korban keganasan bencana banjir, imbuhnya. 

Gerakan peduli bencana banjir Manado yang dilakukan mahasiswa Stisip Merdeka rencananya terus digelar dalam beberapa pekan kedepan, sampai dapat dipastikan para pengungsi dapat beraktivitas normal kembali seperti biasanya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar